Perbedaan Sensor Filter X-Trans Dan Bayer

cara kerja filter sensor kamera

Sejak Fujifilm meluncurkan filter X-Trans sensor, mereka mengklaim bahwa sensor nya berbeda dari yang lain dan seolah lebih unnggul dari yang lain. Lalu apakah benar? simak ulasannya dibawah.

Perbedaan filter xtrans dan bayer

1. Bayer CFA

susunan sensor bayer

Sesuai dengan nama penemunya yaitu Bryce Bayer, seorang ilmuan dari kodak yang pertama kali memperkenalkan filter ini di tahun 1970. Sensor dengan desain Bayer Color Filter Array (CFA) termasuk sensor paling banyak dipakai di kamera digital sampai saat ini.

Keuntungan dari desain sensor bayer adalah desain mosaik filter warna yang simpel, cukup hanya satu lapis, namun untuk bisa mencakup tiga elemen warna dasar yaitu RGB, diperlukan teknik color sampling dengan perhitungan rumit berupa interpolasi.
Perhatikan ilustrasi dibawah, bahwa filter warna hijau memiliki jumlah yang lebih banyak dibandingkan warna biru dan merah, hal ini dibuat untuk mengikuti sifat mata manusia yang lebih peka terhadap warna hijau.


Kekurangan dari filter bayer yaitu hasil foto yang didapatkan dengan cara interpolasi tidak bisa menampilkan warna sebaik aslinya, dan kerap terjadi moire. Berikut contoh moire

moire pada sensor bayer

Cara termudah untuk mengurangi moire adalah dengan memasang filter low pass yang bersifat anti aliasing, yang membuat ketajaman foto sedikit menurun.

2. X-Trans

susunan sensor xtrans

Sensor ini dikembangkan secara eksklusif oleh Fujifilm, yang digunakan oleh beberapa kamera fuji seperti XE1-XE3, XT1-XT3, XT10-XT20. Desain dari filter X Trans merupakan pengembangan dari desain filter Bayer, perbedaan dari kedua filter yaitu Fuji menata ulang susunan filter warna RGB nya.

Pola pada filter X Trans yaitu 6x6 yang memastikan produksi warna lebih baik dari pada filter Bayer biasa, semua garis horizontal dan vertikal pada X Trans setidaknya memiliki satu pixel RGB sedangkan pada Bayer tidak memiliki red dan blue pada beberapa garis yang menghasilkan reproduksi warna palsu.

Fujifilm mengklaim beberapa keunggulan dari desain X Trans, yaitu:

  • Tidak perlu menggunakan filter low pass, karena desain pixelnya sudah aman dari moire
  • Terhindar dari false colour, karena di setiap baris pixel mempunyai semua elemen warna RGB
  • Tata letak filter warna yang acak agar memberi kesan grain layaknya film
Kesimpulannya:

Kalau kamu lihat bahwa desain X Trans lebih baik daripada Bayer, tapi masih ada beberapa kendala dari desain X Trans yaitu hampir tidak mungkin Fuji memberi lisensi X Trans kepada produsen kamera lain yang artinya hanya pemilik Fuji tipe tertentu yang bisa menikmati sensor ini.

Kendala lainnya adalah jika ingin mengedit file RAW dari fuji diperlukan usaha yang lebih untuk mendapat akurasi warna yang diinginkan jadi lebih disarankan memakai JPG saja.


Baca Juga:





Subscribe:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel